iklan member

Referral Banners
Tampilkan postingan dengan label TENTANG SEX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TENTANG SEX. Tampilkan semua postingan

Mengenali Penyebab Pria Tidak Ereksi

Penyebab Pria tidak Ereksi bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Dan bila Anda – Pria, beberapa hari belakangan ini sulit ereksi padalah pasangan Anda sudah mencoba memberikan rangsangan terhadap Anda, Anda perlu perhatikan hal ini dan meneliti lebih lanjut faktor penyebabnya, agar persoalan sulit ereksi bisa diselesaikan.

Faktor Penyebab Pria Tidak Ereksi

1. Faktor Kejiwaan

Faktor kejiwaan ini lebih dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan seseorang, dan biasanya lebih banyak dialamai oleh pria muda baik yang sudah menikah atau belum menikah yang bisa saja disebabkan oleh rasa khawatir yang dialaminya. Khawati r bisa disebabkan oleh banyak hal bisa seperti khawatir takut pasangannya hamil, takut ketahuan atau takut tertular penyakit kelamin dan lain-lain.

2. Faktor Fisik

Faktor ini adalah tergantung kesehatan dari kondisi fisik pria yang berkaitan dengan kebugaran pria tersebut. Pria yang sudah berumur atau Pria yang terlalu banyak dan sibuk dalam bekerja bisa menyebabkan kelelahan dan mengurangi kebugaran fisiknya.

3. Faktor Situasional

Faktor ini tentunya diakibatkan oleh kondisi lingkungan sekitar, bisa saja seperti keadaan di rumah yang tidak mendukung, cuaca yang panas , tempat yang berisik, dan lain-lain.

Dan bila Anda merasakan gejala tidak ereksi, tentunya lebih baik segera pergi ke dokter. Karena tidak ereksi bisa diakibatkan banyak hal yang terjadi dari kejiwaan dan fungsi tubuh.





SUMBER : pakarseks.com

Fakta penting Tentang Orgasme

Dalam ML, orgasme adalah satu kegiatan penting yang lazim, atau harus dialami setiap pria dan wanita. Tak jarang, jika tidak mengalami proses ini ML, dianggap kurang lengkap atau kurang berhasil.

Nah, agar tidak salah kaprah, tidak ada salahnya menyimak fakta tentang orgasme yang satu ini. Agar pemahaman orgasme tidak salah dimengerti.
  • Orgasme membuat darah mengalir lebih kencang ke seluruh tubuh. Proses ini membuat kulit bercahaya, menyempurnakan metabolisme tubuh dan menyembuhkan kejang perut akibat menstruasi. Secara emosional, orgasme juga membuat kita lebih rileks dan tak cepat sewot.
  • Dalam sebuah survei, 34% wanita berharap agar pasangannya mencapai orgasme dalam ML, sedangkan 50% berharap mereka pun mencapai orgasme.
  • Wanita pun mengalami mimpi basah.
  • Sekitar 40% pria mengakui bahwa perempuan berpura-pura orgasme. Sekitar 40% lainnya tidak yakin akan hal itu, sisanya memastikan bahwa pasangan mereka tidak pernah mengalaminya. Jangan salah, 92% wanita mengakui bawa mereka setidaknya pernah satu kali berakting pura-pura mengalami orgasme saat bercinta.

    • Orgasme secara bareng dianggap suatu keharusan bagi 25% pria dan 14% wanita.

    • Pola 3-2-1 sering diterapkan untuk ML: tiga menit untuk foreplay, dua menit untuk bercinta dan satu menit buat orgasme-tapi orgasmenya buat dia, bukan Anda!
  • Para ahli memperkirakan sekitar 10-15% perempuan tidak pernah mengalami orgasme selama ML atau bermasturbasi. Persentase yang sama mencapai orgasme melalui masturbasi.
  • Berkaitan dengan orgasme, sebanyak 75% wanita menilai foreplay lebih penting ketimbang ML. Padahal pemanasan yang cukup akan memungkinkan orgasme yang lebih inte

10 Perlakuan Romantis Paling Disuka Wanita


Hampir setiap wanita menyukai perlakukan romantis dari pasangannya. Namun, mereka memiliki ukuran romantis yang berbeda satu sama lain. Ada yang melihat bentuk romantis murni dari perhatian. Ada pula yang melihatnya dengan nominal harga.

Namun, berdasar hasil penelitian yang dilakukan psikolog asal Inggris, Richard Wiseman, wanita cenderung menilai romantisme pasangan murni dari perlakuannya, bukan dari kado mahal. "Wanita lebih suka mendapat kejutan berupa pujian atau puisi cinta daripada perhiasan atau kado mahal," katanya.

Penelitian yang dilakukan terhadap 6.500 pasangan dari sejumlah negara itu kemudian menyimpulan 10 perlakuan romantis yang paling disuka para wanita,
  1. Saat pasangan menutup matanya dengan kain, lalu menuntunnya ke sebuah tempat untuk melihat kejutan manis yang telah dipersiapkan.
  2. Diajak ke tempat spesial yang diidamkan saat akhir pekan
  3. Mendapat puisi romantis tentang kisahnya
  4. Mendapat pujian sebagai wanita tercantik yang pernah ditemui
  5. Diperlakukan spesial dengan berendam bersama di bathtub untuk menghilangkan stres akibat pekerjaan berat di kantor
  6. Mendapat pesan menggoda atau cinta melalui pesan singkat di telepon seluler, email, atau di tempat-tempat yang tak terduga
  7. Mendapat kejutan sarapan spesial dari pasangan saat membuka mata di kasur
  8. Dibalut jaket pasangan saat merasa dingin
  9. Mendapat kiriman bunga atau sekotak coklat di tempat kerja
  10. Mendapat kado kompilasi lagu favoritnya

SUMBER: pakarseks.com

15 Istilah Seks yang Wajib Diketahui

Pernahkan saat hang-out dengan teman-teman dan membahas tentang masalah seputar seks dan pola bercinta, Anda tak mengetahui apa yang mereka bicarakan atau merasa kurang familiar dengan istilah yang mereka lontarkan?

Bahkan mungkin saat Anda ngobrol dengan kekasih dan dia meminta sesuatu dengan istilah seks yang terasa asing bagi Anda. Mau bertanya tapi malu ditertawain dan dibilang telmi? Untuk melengkapi wawasan Anda, berikut sebanyak 15 istilah seks yang perlu Anda kenali.
  1. Anilingus
    Istilah ini berhubungan dengan oral seks di seputar anus. Namun tetap harus Anda ingat anilingus sangat berisiko, karena berhubungan seks melalui anus sangat rentan terhadap bakteri dan mudah menyebarkan infeksi.
  2. Barebacking
    Barebacking melibatkan sexual penetration tanpa menggunakan alat pengaman (kondom). Istilah ini biasanya berhubungan dengan hubungan seks anal dan vaginal seks.
  3. BDSM
    BDSM adalah akronim dari Bondage and Discipline, Sadism and Masochism. Istilah ini berkaitan dengan penggabungan praktik seksual yang melibatkan rasa sakit dan unsur-unsur kekerasan saat berhubungan seks, melukai pasangan atau diri sendiri untuk mencapai kepuasan saat berhubungan seks.
  4. Bukkake
    Bukkake berhubungan dengan facial, istilah ini berkait dengan ejakulasi pada wajah wanita. Bukkake merupakan tindakan dimana pria berejakulasi di wajah pasangannya, aksi seperti ini banyak kita jumpai di film-film blue produksi Jepang.
  5. Dental Dam
    Istilah ini biasanya sering kita jumpai pada oral seks wanita, sebuah dental dam biasanya terbuat dari sheer latex dan digunakan sebagai sebuah pelindung seks cunnilingus. Cunnilingus ialah memberikan perangsangan pada alat kelamin wanita dengan menggunakan lidah pada Miss V.
  6. Dirty Sanchez
    Istilah yang merujuk pada praktek seks yang jarang sekali bisa membuat seseorang berselera untuk melakukannya.
    • Berhubungan seks di mana seorang wanita mengoral organ seks pasangannya setelah terlebih dahulu melakukan anal seks.
    • Melap Mr P atau tangan Anda dengan “miliknya” setelah sebelumnya dimasukkan di anusnya. Seperti halnya anilingus, Dirty Sanchez berisiko tinggi dan dengan mudah menyebarkan infeksi karena bakteri yang terdapat di anus.
  7. Edgeplay
    Edgeplay, sesuatu yang diasumsikan sebagi sebuah perilaku seksual yang berbahaya dan beresiko.
  8. Felching
    Felching yaitu ejakulasi secara tiba-tiba ke anus wanita dan menghisap dan menjilat air mani yang keluar.
  9. Frottage
    Sebuah istilah yang mewakili perilaku seksual yang lebih halus dibanding perilaku seksual sebelumnya. Frottage merujuk pada sebuah gerakan saling menggosok untuk meraih kenimatan seksual tanpa sekalipun melakukan penetrasi. Frottage juga disebut dry humping
  10. Pearl Necklace
    Istilah yang diberikan saat seorang pria berejakulasi di sekitar atau didekat leher wanita dan membentuknya menyerupai kalung mutiara pearl necklace.
  11. Pudendum (pudenda)
    Istilah yang digunakan untuk menyebut organ genital luar wanita: vulva.
  12. Queef
    Queef berhubungan dengan kentut pada vagina. Kadang, saat Mr P menjelajah keluar masuk Ms V secara berkala, udara akan terjebak dalam dinding Ms V yang memicu udara keluar, bisanya dikenal dengan kentut. Tak seperti model anal seks, Queef tak menyebabkan bau, dan tidak terlalu beresiko menyebarkan bakteri.
  13. Shrimping
    Tak semua orang menyukai atau menyertakan gaya bercinta model ini, shrimping, merujuk pada tindakan menghisap dan menjilat jari-jari kaki pasangan sebelum atau sesudah berhubungan seks. Memang tak semua pasangan menyukai hal ini, namun wanita menyukai kaki mereka disentuh, dipijat, bahkan dihisap ataupun dijilat. Beranggapan bahwa kaki mereka benar-benar bersih, para wanita mengaku jika mereka menyukai pasangan mereka lebih memperhatikan telapak kaki, tumit maupun jari-jari kaki mereka, menggelitiknya dan membuatnya kegirangan, karena rasa sensitif pada jari-jari dan telapak kaki.
  14. Smegma
    Substansi yang menyerupai dadih berwarna putih yang keluar melalui kelenjar sebaceous pada Mr P yang terkumpul di bawah kulup zakar penis pria yang tak sunat. Sedikit sekali jumlah dari susbtasi tersebut yang berguna untuk penis, biasanya substansi ini terdapat pada Mr P yang jarang dibersihkan.
  15. Snowballing
    Seringkali seks oral disebut sebagai bagian proses foreplay. Di mana melibatkan alat kelamin dan mulut. Seks oral bagi wanita disebut dengan cunnilingus. Cunnilingus ialah memberikan perangsangan pada alat kelamin wanita dengan menggunakan lidah pada Ms V. Sementara seks oral bagi pria disebut dengan fellatio. Fellatio adalah memberikan perangsangan pad Mr P dengan cara diisap, dijilat dan dicium.

    Snowballing, sebuah istilah dimana wanita melakukan fellatio pada pria dan dia berejakulasi, wanita akan menjaga cairan yang keluar saat ejakulasi dalam mulutnya dan mulai menciumnya. Saat berciuman, cairan akan saling berpindah dari mulut wanita ke pria, sampai salah satu menelan cairan tersebut

SUMBER : pakarseks.com

10 Manfaat Seks Untuk Pria dan Wanita

10 Manfaat Seks Untuk Pria dan Wanita

Di mata sebagian pasangan suami dan istri, seks hanyalah dianggap sebagai alat pemuas kebutuhan rohani. Seks hanya dianggap sebagai kepuasan untuk mendapatkan orgasme belaka.

Banyak yang belum memahami, jika seks emmiliki banyak manfaat yang harus dilakukan. Hasil beberapa penelitian yang dilakukan, seks memiliki banyak manfaat tidak hanya untuk kepuasan, melainkan juga untuk kesehatan dan mengurangi berat badan. Berikut beberapa manfaat seks yang dirangkum dari berbagai penelitian seperti yang dilansir dari WebMD.

  1. Mengurangi Risiko Disfungsi Ereksi
    Penelitian terbaru menunjukkan pria yang rutin berhubungan seks dapat mengurangi risiko berkembangnya disfungsi ereksi. Penelitian selama lima tahun yang dipublikasikan American Journal of Medicine, menganalisa terhadap 989 pria Finlandia dengan usia 55-75. Ditemukan pria yang berhubungan seks sekali dalam seminggu punya risiko dua kali lebih besar menderita disfungsi ereksi dibandingkan dengan para pria yang terlibat dalam aktivitas seks selama tiga kali dalam sepekan.
  2. Mengurangi Berat Badan
    Jika Anda termasuk tipe yang malas berolahraga, seks membuat semua kelompok otot tubuh bekerja. Ini merupakan latihan cardio-vascular yang bagus dan akan membantu Anda membakar hingga 500 kalori dalam satu jamnya.
  3. Melepaskan Stres
    Kepuasan dari hubungan seks dapat membantu menghilangkan beban dari hari yang berat dengan meningkatkan tingkat cuddle chemical oxytocin, yakni membangkitkan perasaan kehangatan dan rileks.
  4. Meningkatkan Prestasi
    Atlet wanita yang melakukan seks pada malam sebelum berlomba pada keesokan harinya, menurut penelitian oleh Norwegian University of Sport, akan merasa lebih percaya diri dan lebih rileks dari biasanya. Peneliti meyakini, atlet yang berhubungan seks sehari sebelum pertandingan berdampak besar terhadap prestasinya.
  5. Awet Muda
    Tingkatkan penampilan Anda dengan hubungan seks yang memuaskan. Seks akan membuat Anda selalu tampak dan merasa lebih muda, serta membuat rambut menjadi lebih berkilau dan kulit menjadi lebih cerah. Semua ini karena bertambahnya estrogen dan hormon lainnya.
  6. Meringankan Rasa Sakit
    Sakit kepala? Lupakan obat penghilang rasa sakit dan minum alkohol, karena perasaan nyaman ketika endorphin dilepaskan selama hubungan seks dapat membantu mengurangi rasa sakit.
  7. Mengatasi Depresi
    Kepuasan dan hormon yang dihasilkan juga dapat mengurangi depresi dan kegelisahan.
  8. Meningkatkan Kekebalan
    Melakukan seks dua kali dalam seminggu bisa membuat Anda terhindar dari pilek dan flu, menurut penelitian di New Scientist. Ini karena hubungan seks dapat meningkatkan lgA, lapisan pertahanan pertama dari sistem kekebalan.
  9. Mempercepat Pemulihan Kondisi Badan
    Dengan berusaha keras meraih bagian tubuh seperti perut dan bagian dalam paha dalam beberapa sesi hubungan seks dalam seminggu, akan membantu memacu badan Anda kembali ke kondisi fit.
  10. Hidup Lebih Lama
    Menurut penelitian University of Bristol, para pria dan wanita yang berhubungan seks tiga kali dalam seminggu akan mengurangi risiko mereka terkena serangan jantung atau stroke, Karena itu Anda akan menjadi lebih sehat.




    SUMBER : pakarseks.com

10 Penyebab Impotensi


Kemampuan seksual pria identik dengan ereksi. Begitu pentingnya kemampuan ini, sehingga banyak hal harus dijaga dan diperhatikan oleh para pria.

Berikut ini beberapa hal yang dapat memengaruhi kemunduran seksual pria, menurut Prof. Dr. Djoko Rahardjo, Sp.BU, dari Sub-bagian Urologi, Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UI/RSCM:
  1. Usia.
    Pria usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Ini adalah masa di mana produksi testosteron berkurang.
  2. Diabetes.
    Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf, termasuk pembuluh darah ke daerah reproduksi. Inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ereksi.
  3. Hipertensi.
    Tekanan darah tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sehingga lama kelamaan lumen pembuluh akan menyempit. Kejadian ini tidak hanya di bagian pembuluh jantung atau otak, melainkan juga di bagian genital. Akibatnya, aliran darah ke genital berkurang. Gangguan ereksi pun sangat mungkin terjadi.
  4. Kadar kolesterol tinggi.
    Kolesterol yang terus-menerus tertimbun dalam pembuluh darah menyebabkan mengerasnya dan menyempitnya pembuluh darah. Penyempitan pada penis menyebabkan terjadinya kesulitan ereksi.
  5. Gangguan saraf.
    Parkinson, kencing manis, stroke, dapat menyebabkan menurunnya fungsi saraf. Akibatnya, aktivitas neurotransmitter berkurang dan menurunkan rangsang saraf. Terjadilah gangguan ereksi.
  6. Trauma.
    Trauma yang langsung mengenai daerah kemaluan akan merusak korpus kavernosum, saraf, dan pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan gangguan ereksi.
  7. Faktor psikis.
    Stres entah karena fisik atau psikis mampu melelahkan mental dan menghambat kerja neurotransmitter, sehingga tidak terjadi rileksasi otot polos. Akibatnya, ereksi terganggu.
  8. Penyakit infeksi.
    Infeksi kronis seperti TBC, HIV, hepatitis mengakibatkan kemunduran kerja neurotransmitter dan penurunan kadar estrogen yang kemudian menimbulkan turunnya libido.
  9. Obat-obatan.
    Obat perangsang, narkotika, dan beberapa obat penurun tekanan darah dapat mengganggu kemampuan ereksi.
  10. Merokok.
    Selain dapat memicu kanker paru, juga menyempitkan pembuluh darah.



    SUMBER : http://www.pakarseks.com

HAL YANG DILARANG SAAT BERCINTA


Momen bercinta kerap jadi waktu yang ditunggu Anda dan pasangan. Namun momen tersebut bisa rusak kalau Anda atau si dia melakukan lima hal ini. Berikut ini lima hal yang bisa merusak momen bercinta Anda seperti dilansir Times of India:
1. Membicarakan Mantan Pacar
Siapapun mantan kekasih Anda dan bagaimana sikapnya, jangan pernah membahasnya dengan si dia sebelum bercinta. Pria sungguh tidak tertarik mengetahui kisah tersebut apalagi saat berada di tempat tidur. Pria bisa langsung menjadi tidak mood saat topik tersebut diangkat.
2. Menanyakan Perasaannya
Usai bercinta, terkadang Anda ingin bermanja-manja dengan si dia. Saat bermanja-manja di pelukannya, sebaiknya Anda tak usah bertanya padanya, ‘apakah seks tadi menyenangkan?’. Pertanyaan itu tentu akan jadi sia-sia karena si dia tidak mungkin menjawab tidak karena khawatir menyakiti Anda. Tanyakan hal tersebut saat Anda dan si dia tengah bersama, namun bukan usai bercinta.
3. Terlalu Banyak Bicara
Mengobrol usai bercinta penting untuk menguatkan ikatan antara Anda dan pasangan. Namun acara tersebut bisa jadi menyebalkan untuk si dia, jika Anda bicara tiada henti hingga berjam-jam. Lakukan obrolan yang ringan-ringan saja. Anda tentu juga lelah usai bercinta dan ingin beristirahat.
4. Berpelukan yang Berlebihan
Wanita ingin disayang oleh pasangannya, terutama setelah bercinta. Bukti rasa sayang itu bisa dengan memeluk. Namun pria bisa jadi kurang suka jika Anda minta berpelukan terlalu lama. Sama seperti mengobrol, jangan lakukan terlalu lama karena si dia biasanya ingin beristirahat usai melakukan hubungan seks yang menguras stamina.
5. Membahas Masalah Anda dan Si Dia
Sebelum bercinta dengan pasangan, Anda merasa ada masalah yang mengganjal dan perlu dibicarakan. Sebaiknya jangan bicarakan masalah itu usai berhubungan seks. Waktu di tempat tidur seharusnya adalah momen untuk intim dengan pasangan. Membahas masalah yang sensitif bisa merusak keintiman itu. Obrolkan masalah tersebut di pagi harinya, setelah bercinta saat sarapan atau makan malam.


SUMBER : http://pengetahuananda2.blogspot.com

Membangun suasana romantis


Anda mesti mempelajari trik-trik menciptakan suasana yang romantis berikut ini. Anda dan si Dia pun akan langsung bergairah.
  • Sentuh dan bicara. Pijatan terbaik dilakukan dalam suasana hening yang diselingi satu atau dua desahan atau erangan nikmat. Tapi ketika Anda dan si Dia baru mencoba teknik pemijatan ini, usahakan untuk tetap bicara. Maksud kami, jangan mengira-ngira aktivitas apa yang membuatnya merasa nikmat. Bertanyalah langsung kepadanya. Tanya si Dia, gerakan dan sentuhan mana yang membuatnya merasa nyaman, senang, dan terangsang. Atau, bagian tubuh mana yang lebih didahulukan untuk dipijat. Atau, apakah si Dia menyukai gerakan lembut nan lama, atau sebaliknya, gerakan yang dalam dan keras? Semuanya, harus diketahui melalui obrolan ringan dan santai.
  • Atur cahayanya. Barangkali, tak masalah ketika Anda merasa nyaman dipijat di spa dalam cahaya neon 100 watt. Tapi untuk urusan intim semacam ini, Anda mesti bertanya padanya, suasana dan cahaya macam apa yang membuatnya merasa nyaman. Yup, karena pijatan berkaitan erat dengan relaksasi dan permainan erotis. Jadi, pilihlah lampu yang remang-remang atau nyalakan saja beberapa batang lilin –lebih baik yang beraroma sejenis dengan aroma minyak pijat yang Anda gunakan. Cahaya temaram membuat si Dia dan Anda merasa lebih bebas.
  • Nakali si Dia. Meskipun tujuan Anda adalah memancing gairah si Dia, janganlah terpancing ketika si Dia mulai 'terbakar'. Tunggu, ikuti, dan bersabarlah. Kalau perlu, nakali saja sekalian. Ketika si Dia mulai kehilangan kesabaran dan bertingkah semakin liar, baru ladeni keinginannya. Ikuti alirannya dan biarkan si Dia meledak dalam kepuasan.
  • Jangan lupakan afterplay. Baiklah, si Dia merasa puas dan Anda pun demikian. Berikan sentuhan terakhir sebelum si Dia terlelap. Eluslah tubuhnya, permainkan rambutnya, ciumi wajahnya, atau peluklah. Hal ini akan membawanya damai dalam mimpi.

Tips menjaga kesehatan organ intim pria


Penis cenderung lebih tahan terhadap infeksi dan iritasi, sebab sebagian besar penis terlindungi oleh kulit yang cukup tebal. Jika terdapat infeksi, biasanya pria lebih cepat tahu, karena biasanya ditandai dengan rasa sakit saat buang air kecil.

Meski demikian, daerah kemaluan pria harus dibersihkan dengan baik untuk mencegah infeksi. Infeksi area genital menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri. Kesehatan organ intim tak hanya dilakukan dari luar, melainkan juga dari dalam. Berikut tips menjaga kesehatan organ intim pria sehari-hari, seperti dilansir healthmeup (4/4).

Dr Pradeep Rao, urolog terkemuka di Mumbai, India, mengatakan bahwa perawatan penting yang harus Anda lakukan adalah mencuci penis dengan sabun dan air setiap hari. Kebersihan yang tidak terjaga dengan baik dapat menyebabkan infeksi, radang, phimosis dan bahkan tumor.

Selain dari luar, perlindungan juga harus dilakukan dari dalam tubuh. Dr. Pradeep mengatakan penting untuk memiliki minum air sebanyak 2 - 2,5 liter setiap hari terutama dalam kondisi iklim panas. Hal tersebut bermanfaat untuk menghindari dehidrasi serta mengurangi kemungkinan pembentukan batu genitourinari.

Dr. Pradeep menambahkan ejakulasi adalah cara yang bagus untuk menjaga kesehatan urologis. Pada pria antara usia 20 - 50 tahun, ejakulasi teratur membantu menjaga kesehatan seksual karena kelenjar prostat tetap aktif. Ejakulasi teratur membuat organ intim pria lebih sehat dan mencegah kanker prostat.

Secara ringkas berikut tips perawatan organ intim pria:
- Minum air putih sebanyak 2,5 liter setiap hari
- Rajin dibersihkan
- Ejakulasi teratur

Jangan sepelekan organ intim Anda. Lakukan perawatan baik dari dalam dan luar tubuh.


SUMBER : http://www.merdeka.com

25 Fakta Tentang Sex


Tidak menjadi masalah siapa yang mencapai orgasme lebih dulu, yang penting adalah tingkat kesenangan dalam mencapainya, semakin kita senang melakukan sex semakin puas orgasme kita, cari tahu faktanya di bawah ini :.
1. Perempuan butuh 20 menit untuk turn-on? Not exactly. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di McGill University, Kanada, gairah kita bisa naik hanya dalam waktu 11-12 menit saja! Wow!
2. Di Uganda, kaum perempuan dewasa gemar mengolesi area klitoris mereka dengan sejenis ramuan herbal agar penampilannya terlihat lebih ‘menggoda’.
3. Menurut survei yang dilakukan Masters dan Johnson, Amerika, sebanyak 1% perempuan yang jadi obyek penelitian mampu mengalami orgasme berganda yang hanya dipicu oleh rangsangan pada payudara.
4. Seorang pria menghasilkan 3 juta sel sperma baru setiap 1 jam selama hidupnya.
5. Kebanyakan pria mengalami 5 orgasme dalam waktu enam menit setelah terjadi penetrasi.
6. Aroma mirip’cairan pemutih kain’ yang berasal dari sperma disebabkan oleh cairan pembunuh kuman alami yang terdapat di dalamnya.
7. Kondom bisa bertahan selama sebulan dalam dompet sebelum bahan elastisnya menjadi mulur karena terkena suhu tubuh, dan membuatnya mudah sobek.
8. Perempuan mencapai puncak seksualitasnya pada usia 30-an dan kaum lelaki pada akhir usia belasan.
9. Rata-rata, kaum lelaki memikirkan seks setiap tujuh menit. Jumlah itu bisa bervariasi tergantung pada usia dan derajat kesibukan sehari-hari.
10. Manusia dan lumba-lumba adalah dua jenis makhluk hidup yang mampu menjadikan aktivitas seksual sebagai semacam sarana rekreasi, bukan semata-mata kebutuhan untuk berkembang biak.
11. Meski tidak terlalu direkomendasikan, vaginoplasty adalah jawaban bagi Anda yang terobsesi untuk tetap memiliki selaput dara sebelum menikah.
12. Memakai dua kondom sekaligus = seks aman? Salah besar! Kedua kondom akan saling bergesekan hingga mengakibatkan keduanya sobek!
13. Lubang Miss V diciptakan sedemikian lentur dan fleksibel sehinga bisa menerima Mr. P berukuran “extra”.
14. Sejumlah ahli percaya bahwa cairan sperma mengandung sejenis senyawa yang mampu mengubah mood perempuan menjadi lebih baik.
15. Pupil mata yang membesar adalah tanda alamiah yang mampu memacu gairah bercinta pasangan.
16. Lubrikasi kurang? Minum saja banyak air putih. Pasalnya, fluktuasi hormon estrogen bisa membuat kadar air di dalam tubuh Anda tidak seimbang. Tubuh yang kekurangan cairan bisa menyebabkan minimnya lubrikasi.
17. Puting payudara pria juga sensitif, lho! Jadi jangan ragu untuk mengeksplorasi daerah ini kala bercinta.
18. Orgasme membuat darah mengalir lebih cepat ke seluruh tubuh sehingga bisa memperbaiki metabolisme tubuh dan membuat kulit tampak bercahaya.
19. Selama melakukan hubungan seks, udara terdesak masuk kedalam Miss V dan menimbulkan suara atau istilah populernya sex-fart.
20. Siapa bilang mimpi basah hanya dialami pria? Perempuan juga dapat mengalami mimpi erotis seperti lelaki, yang dinamakan sebagai ‘orgasme noktural’.
21. Saat bercinta, tubuh melepaskan hormon endorfin ke dalam aliran darah. Hormon tersebut mampu memicu perasaan gembira dan membuat Anda merasa lebih baik. Itu sebabnya seks bisa menjadi obat manjur untuk mengatasi depresi ringan.
22. Menurut sejumlah pakar kesehatan, seks adalah obat penenang paling aman di dunia. Khasiat nya bahkan lebih efektif 10 kali lipat dibandingkan bila Anda menenggak Valium.
23. Aktivitas seksual yang sehat adalah obat anti alergi alami yang mampu meringankan gejala asma melonggarkan hidung yang tersumbat karena flu.
24. Tubuh yang aktif secara seksual akan memancarkan senyawa pheromone. lni adalah ‘parfum alami’ pemicu gairah seks yang bisa membuat lawan jenis tertarik pada Anda.
25. Setelah mencapai klimaks, laki-laki membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk relaks sejenak dan ‘bangkit’ kembali.

Cara Tingkatkan kualitas Sperma



Banyak faktor risiko yang bisa memengaruhi penurunan jumlah sperma. Padahal para ahli mengatakan bahwa jumlah sperma yang normal antara 40-50.
Tiga dokter India, Director of Assisted Reproduction and Genetics di Jaslok Hospital and Research Centre Dr Firuza R Parikh , Associate Consultant Obstetrician Dr Duru Shah, Gynaecologist & Endoscopic Surgeon and Consultant Gynaecological Endoscopic Surgeon di Hiranandani Hospital Dr. Sandeep Mane mengungkapkan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjaga kualitas dan meningkatkan jumlah sperma, seperti dilansir TimesofIndia, Senin (10/6/2013).
1. Berhenti merokok dan alkohol
Merokok bisa merusak sperma dan mengurangi umur sprema. Merokok juga dapat menyebabkan perubahan genetik yang mempengaruhi keturunan. Sama halnya dengan alkohol yang bisa menurunkan produksi sperma dan hormon testosteron pada laki-laki.
2. Berolahraga secara teratur
Latihan fisik yang berlebihan akan berpengaruh negatif pada kesuburan. Menurunkan berat badan dengan diet berlebihan juga menyebabkan testosteron atau estrogen tidak seimbang.
3. Makan makanan bergizi
Makanan juga memengaruhi kesehatan sperma. Makanlah makanan yang rendah lemak dan tinggi protein, seperti sayuran dan biji-bijian. Penting juga untuk mengurangi asupan kafein.
4. Hindari penggunaan berlebihan pelumas karena akan menyebabkan kematian sperma
5. Jangan simpan ponsel Anda di saku celana, atau menempatkan laptop Anda di pangkuan Anda. Lindungi testis Anda dari radiasi dan panas.
5. Hindari mandi dengan suhu air yang panas. Sesekali boleh mandi uap atau spa.
6. Kenakan pakaian longgar.
7. Mengurangi tingkat stres dengan belajar teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi.
8. Tingkatkan kebugaran fisik dan relaksasi mental untuk meningkatkan kesuburan pria.
9. Penggunaan anabolic steroid (tiruan sintetis dari hormon testosteron) harus di bawah bimbingan dokter karena dapat menyebabkan Azoospermia, istilah yang digunakan ketika sperma tidak lengkap.
10. Tingkatkan asupan vitamin seperti Vitamin C, Vitamin A, Vitamin E dan Zinc secara teratur.
Vitamin dapat menurunkan tingkat Reactive oxygen species (ROS- Reaktivitas oksigen yang terdapat di air mani). Vitamin membantu pengembangan dan pemeliharaan sperma normal dan menghindari penggumpalan sperma.
11. Berhubungan intim secara teratur juga akan mengurangi kemungkinan infeksi dan meningkatkan kesuburan.

SUMBER : http://health.liputan6.com

Alat reproduksi Wanita

Obat Kuat Herbal

Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Ahlivitalitas - pada posting yang lalu sudah dibahas mengenai alat reproduksi pria, terdiri atas kelamin dalam dan luar. masih bersumber dari referensi yang sama alat reproduksi wanita memiliki kesamaan, yaitu secara garis besar juga dibedakan menjadi dua bagian. berikut ini ulasan lengkapnya :
Rahasia Kejantanan Pria
1. Alat Kelamin Luar - Terdiri atas:
  • Vulva,yaitu suatu celah paling luar dari alat kelamin wanita. Dapat di bagi menjadi 2, yaitu :
    • Labium mayor merupakan sepasang bibir besar yang terletak dibagian luas dan membatasi vulva. Di depan lambium mayor terdapat tonjolan kecil yang disebut klitoris (kelentit). Pada klitoris terdapat jaringan erektil sehingga dapat berereksi seperti halnya penis pada laki- laki.
    • Labium minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva.
  • Ke dalam vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran urine (uretra) dan saluran kelamin atau vagina.
  • Vagina merupakan saluran akhir dari saluran kelamin
  • Terdapat sebuah lipatan kulit menutupi sebagian lubang vagina.Lipatan kulit tersebut disebut himen (selaput dara).
 Obat Kuat Herbal
2. Alat Kelamin Dalam - Terdiri atas :
Alat kelamin dalam wanita terdiri atas ovarium atau indung telur, saluran kelamin dan vagina atau liang peranakan.
  • Ovarium, umumnya ovarium seorang wanita berjumlah sepasang. Bentuknya seperti telur, terdapat di dalam rongga badan, di daerah pinggang dan disebelah kiri dan kanan tulang kemudi. Di dalam ovarium terdapat kelenjar buntu penghasil hormon dan sel tubuh yang bertugas membentuk sel telur atau ovum. Sel tubuh penghasil sel telur ini disebut folikel.
    • Estrogen yang berfungsi untuk mempertahanakan sifat sekunder pada wanita serta juga membantu dalam proses pematangan sel ovum.
    • Progesterone yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan.
  • Fimbriae merupakan serabut/ silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium.
  • Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/ membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae
  • Tuba fallopi meruapakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya.
  • Oviduct merupakan saluran telur berjumlah sepasang, yaitu kanan dan kiri. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus denga bantuana silia pada dindingnya.
  • Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk sperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks yaitu dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin.Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding yaitu :
    • Perimetrium yaitu lapisanyang terluar yang berfungsi sebagai pelindung uterus.

ALAT REPRODUKSI PRIA


Alat Reproduksi Pria –
Alat kelamin atau alat reproduksi pada pria memiliki dua fungsi yaitu untuk menghasilkan sel-sel kelamin dan menyalurkan sel-sel kelamin tersebut ke saluran kelamin wanita. Alat reproduksi pria dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu alat kelamin bagian dalam dan alat kelamin bagian luar. Alat kelamin bagian dalam terdiri atas testis, saluran reproduksi, dan kelenjar-kelenjar kelamin, sedangkan alat kelamin bagian luar hanya terdiri dari satu bagian, yaitu penis. Berikut ini akan diuraikan masing-masing bagian Struktur alat reproduksi pria.

a. Alat Reproduksi Bagian Dalam

Alat kelamin bagian dalam terdiri atas sepasang testis, saluran reproduksi, dan beberapa kelenjar kelamin.
1) Testis
Testis atau yang lazim dikenal dengan sebutan buah zakar merupakan suatu alat dengan fungsi ganda, selain sebagai penghasil sel kelamin jantan (spermatozoa) juga merupakan organ hormon endokrin. Hormon yang dihasilkan testis adalah hormon testosteron, yaitu hormon kelamin jantan yang utama. Disebut demikian, karena hormon inilah yang suatu saat bertanggung jawab memperlihatkan ciri-ciri kelamin sekunder pada pria. Ciri-ciri kelamin sekunder, tersebut antara lain adanya janggut, suara membesar, dan bentuk badan yang akan tampak pada saat seorang pria yang mencapai masa pubertas (masa kematangan seksual).
Testis berbentuk bulat telur yang jumlahnya sepasang dan terdapat pada suatu kantong pelindung disebut skortum. Setiap testis dilengkapi dengan saluran-saluran halus yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus seminiferus ini apabila direntangkan dari ujung yang satu ke ujung yang lain berukuran lebih dari 200 m. Pada dinding-dinding tubulus seminiferus terdapat bakal sperma yang disebut spermatogonia dengan jumlah kromosom diploid.
Spermatogonia ini suatu saat akan berubah menjadi spermatozoa. Proses perubahan spermatogonium menjadi sperma (spermatozoa) terjadi melalui dua proses pembelahan sel yang berlangsung secara meosis. Dengan demikian, setiap spermatogonium suatu saat akan menghasilkan empat sel sperma. Di samping spermatogonia, pada tubulus seminiferus terdapat pula sel-sel berukuran besar yang disebut sel sertoli. Sel sertoli inilah yang berperan sebagai penyedia makanan bagi spermatozoa-spermatozoa tersebut.
2) Saluran reproduksi
Saluran reproduksi pada pria terdiri atas duktus epididimis, duktus deferens (saluran sperma), vesikula seminalis (kantung sperma), dan duktus ejakulatorius (saluran pemancaran). Saluran-saluran tersebut saling berhubungan satu sama lain membentuk satu kesatuan saluran reproduksi. Duktus epididimis berjumlah sepasang terdapat bersama-sama testis di dalam skrotum yang merupakan tempat terjadinya proses pematangan sperma.
Saluran ini terletak di sebelah belakang atas dari testis dan tampak berkelok-kelok. Saluran lanjutan dari epididimis, dikenal sebagai vas deferens, jumlahnya sepasang, berupa saluran lurus untuk mengangkut spermatozoa dari duktus epididimis ke kantong sperma yang dikenal sebagai vesika seminalis. Vesika seminalis ini berupa sepasang kantong yang dinding-dindingnya menghasilkan suatu cairan untuk makanan bagi spermatozoa. Letak vesika seminalis, yaitu di belakang vesika urinaria (kantong kemih).
Vas deferens yang arahnya ke atas, kemudian melingkar dan salah satu ujungnya berakhir di kelenjar prostat. Di belakang kandung kemih vas deferens ini bersatu membentuk suatu saluran yang dikenal sebagai duktus ejakulatorius. Duktus ejakulatorius ini berjumlah sepasang yang fungsinya untuk memancarkan semen (mani) dan vesika seminalis. Uretra dan duktus ejakulatorius bersama-sama berakhir di ujung penis.
3) Kelenjar kelamin
Saluran-saluran kelamin dilengkapi oleh tiga macam kelenjar kelamin yang fungsinya menghasilkan sekret. Kelenjar-kelenjar yang melengkapi saluran kelamin itu terdiri atas vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar boulbouretral yang lebih dikenal sebagai kelenjar cowper. Ketiga kelenjar tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda.
Vesikula seminalis merupakan kelenjar yang jumlahnya sepasang terletak di bagian atas dan bawah kandung kemih. Kelenjar ini sebagai penghasil semen yang terbesar, yaitu sekitar 60% dari volume total semen. Cairan yang dihasilkan kelenjar ini berwarna jernih, kental karena mengandung lendir, asam amino, dan fruktosa. Cairan ini berperan sebagai makanan bagi sperma. Selain cairan tersebut, kelenjar ini mengekskresikan prostaglandin yang berguna untuk merangsang otot uterin berkontraksi sehingga semen dapat terdorong mencapai uterus.
Kelenjar boulbouretral yang disebut juga sebagai kelenjar cowper, merupakan kelenjar yang menghasilkan lendir pelindung pada saat ejakulasi terjadi. Kelenjar ini bermuara di pangkal uretra dan jumlahnya sepasang. Kelenjar prostat memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran kedua kelenjar kelamin lainnya. Sekret yang dihasilkan oleh kelenjar prostat ini berupa cairan encer yang menyerupai susu dan bersifat alkalis, sehingga dapat berperan sebagai penyeimbang (buffer) bagi keasaman residu urin di uretra dan derajat keasaman vagina. Cairan ini suatu saat akan berkumpul di uretra melalui saluran-saluran kecil.

b. Alat Kelamin Luar

Alat kelamin luar hanya terdiri dari satu bagian saja, yaitu dikenal dengan nama penis. Penis ini berfungsi sebagai alat kopulasi atau organ persetubuhan, yaitu organ atau alat untuk memasukkan cairan semen ke dalam alat kelamin wanita.
Di dalam penis terdapat uretra yang merupakan muara bagi saluran kencing dan saluran kelamin. Di samping itu, di dalam penis juga terdapat korpus kavernosum atau badan rongga, yaitu dua korpus kavernosum penis di sisi uretra dan satu korpus kavernosum penis di bawah uretra. Apabila terjadi rangsangan rongga ini akan terisi darah, sehingga dapat menyebabkan penis membesar dan memanjang serta menegang yang dikenal sebagai proses ereksi.
Selain itu, pada penis terdapat bagian yang disebut kepala penis (glans penis). Bagian ini merupakan ujung penis tempat terdapatnya lubang uretra (urifisium uretra) dan ujung-ujung saraf perasa. Pada kepala penis terdapat kulit penutup yang dapat melipat disebut kulup (preputium).

SUMBER : http://www.sridianti.com

PENGERTIAN SEX



A. Pendahuluan


Sex merupakan hal yang dianggap tabu untuk diperbincangkan. Akan tetapi secara bertahap seiring dengan berjalannya waktu pengetahuan tentang sex dan pembicaraan mengenai masalah seksualitas dianggap sebagai hal yang penting dan perlu bagi perkembangan manusia. Akhirnya pada pertengahan tahun 1960-an, tenaga perawatan kesehatan telah mengenali keterkaitan kesehatan seksual dengan komponen kesejahteraan. Pemahaman mengenai seksualitas akan membantu perawat dalam mengenali nilai dan bias seksual serta memperluas pemahaman tentang batas normal perilaku seksual sehingga mampu memberikan perawatan secara lebih efektif.

B. Konsep Seksualitas

Seksualitas merupakan hal yang sulit untuk didefinisikan karena menyangkut banyak aspek kehidupan dan diekspresikan dalam bentuk perilaku yang beraneka ragam.Sedangkan kesehatan seksual telah didefinisikan oleh WHO (1975) sebagai “pengintegrasian aspek somatik, emosional, intelektual, dengan cara yang positif, memperkaya dan meningkatkan kepribadian, komunikasi, dan cinta”. Apakah sex dan seksualitas merupakan sesuatu yang sama ? Ternyata kebanyakan orang memahami sexualitas sebatas istilas sex, padahal antara sex dengan sexualitas merupakan hal yang berbeda. Menurut Zawid (1994), kata sex sering digunakan dalam dua hal, yaitu:

A.Aktivitas sexsual genital
B.Dan sebagai label jender (jenis kelamin).
Sedangkan seksualitas memiliki arti yang lebih luas karena meliputi bagaimana seseorang merasa tentang bagaimana seseoarang merasa tentang diri mereka dan bagaimana mereka mengkomunuksikan perasaan tersebut terhadap orang lain melalui tindakan yang dilakukannya seperti, sentuhan, ciuman, pelukan, senggama, atau melalui perilaku yang lebih halus seperti isyarat gerak tubuh, etiket, berpakaian, dan perbendaharaan kata. Lebih lanjut Menurut Raharjo yang dikutip oleh Nurhadmo (1999) menjelaskan bahwa seksualitas merupakan suatu konsep, kontruksi sosial terhadap nilai, orientasi, dan aperilaku yang berkaitan dengan seks.

1. Dimensi seksualitas
Banyaknya variasi seksualitas dan perilaku seksual membutuhkan perspektif yang holistik (menyeluruh). Bagaimanapun seksualitas dan kesehatan seksual memiliki banyak dimensi antara lain:
- Dimensi sosiokultural
- Agama
- Etika
- Psikologis
- Biologis.

Dimensi Sosiokultural

Merupakan dimensi yang melihat bagaimana seksualitas muncul dalam relasi antar manusia, bagaimana seseorang menyesuaikan diri dengan tuntutan peran dari lingkungan sosial, serta bagaimana sosialisasi peran dan fungsi seksualitas dalam kehidupan manusia. Dengan kata laian seksualitas dipengaruhi oleh norma dan peraturan kultural yang menentukan apakah perilaku tersebut diterima atau tidak berdasarkan kultur yang ada. Sehingga keragaman kultural secara global menyebabkan variabilitas yang sangat luas dalam norma seksual dan menghadirkan spektrum tentang keyakinan dan nilai yang luas. Misalnya: perilaku yang diperbolehkan selama pacaran, hal-hal yang dianggap merangsang, tipe aktivitas seksual, sanksi dan larangan dalam perilaku seksual, atau menentukan orang yang boleh dan tidak boleh untuk dinikahi. Contoh lain tradisi seksual kultural adalah sirkumsisi. Meskipun di AS masih merupakan masalah kontroversial, akan tetapi hampir 80% neonatus laki-laki disana disirkumsisi dengan alasan higienis atau simbol keagamaan dan identitas etnik tertentu. Demikian pula pada wanita, dalam budaya beberapa negara sirkumsisi pada wanita merupakan tanda fisik kedewasaan seorang wanita, simbol kontrol sosial terhadap kesenangan seksual dan reproduksi mereka. Survei definitif dan komprehensif mengenai keyakinan dan praktek seksual di Amerika yang dilakukan oleh para peneliti Universitas Chicago menunjukan bahwa seorang individu dipengaruhi oleh jaringan sosial mereka dan cenderung untuk melakukan apa yang digariskan oleh lingkungan sosial mereka (Michael et al, 1994). Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian kualitatif mengenai perilaku seksual anak jalanan di stasiun kereta api Lempuyangan Jogjakarta. Lingkungan sosial yang bersifat permisif membuat mereka dengan usia yang sangat muda telah akrab dengan berbagai aktivitas seksual, mulai dari meilhat sampai dengan melakukan hubungan intim. (Purnawan, 2004). Singkatnya, setiap masyarakat memainkan peran yang sangat kuat dalam membentuk nilai dan sikap seksual, juga dalam membentuk atau menghambat perkembangan dan ekspresi seksual anggotanya. Misalnya bagi bangsa timur, khususnya Indonesia, melakukan hubungan intim (senggama) di luar nikah merupakan sebuah aib walaupun sekarang mulai memudar, akan tetapi bagi masyarakat Barat hal tersebut merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi.

Dimensi Agama dan Etik

Seksualitas berkaitan dengan standar pelaksanaan agama dan etik Jika keputusan seksual yang ia buat melawati batas kode etik individu maka akan menimbulkan konflik internal, seperti perasaan bersalah, berdosa dan lain-lain. Spektrum sikap mengenai seksualitas memiliki rentang mulai dari pandangan tradisional (hubungan seks hanya boleh dalam perkawinan) sampai dengan sikap yang memperbolehkan sesuai dengan keyakinan individu tentang perbuatannya. Akan tetapi meskipun agama memegang peranaan penting, akan tetapi keputusan seksual pada akhirnya diserahkan pada individu, sehingga sering timbul pelanggaran etik atau agama. Seperti yang dikemukakan Denney Quadagno (1992) bahwa seseorang dapat menyatakan pada publik bahwa ia meyakini sistem sosial tertentu tetapi berperilaku cukup berbeda secara pribadi.

Misalnya:

Seseorang meyakini kalau hubungan sex diluar nikah itu tidak diperbolehkan menurut agama atau etika, tapi karena kurang bisa mengendalikan diri, ia tetap melakukan juga. Michael et al (1994) membagi sikap dan keyakinan individu tentang seksualitas menjadi 3 kategori:

1) Tradisional :
Keyakinan keagamaan selalu dijadikan pedoman bagi perilaku seksual mereka. Dengan demikian homoseksual, aborsi, dan hubungan seks pranikah dan diluar nikah selalu dianggap sebagai sesuatu yang salah.
2) Relasional :
Berkeyakinan bahwa sex harus menjadi bagian dari hubungan saling mencintai, tetapi tidak harus dalam ikatan pernikahan.
3) Rekreasional :
Menyatakan bahwa kebutuhan seks tidak ada kaitannya dengan cinta.

Dimensi Biologis

Merupakan dimensi yang berkaitan dengan anatomi dan fungsional organ reproduksi termasuk didalamnya bagaimana menjag kesehatan dan memfungsikan secara optimal.

Dimensi psikologis

Seksualitas mengandung perilaku yang dipelajari sejak dini dalam kehidupannya melalui pengamatan terhadap perilaku orang tuanya. Untuk itulah orang tua memiliki pengaruh secara signifikan terhadap seksualitas anak-anaknya. Seringkali bagimana seseorang memandang diri mereka sebagai mahluk seksual berhubungan dengan apa yang telah orang tua tunjukan tentang tubuh dan tindakan mereka. Menurut Deney, Quadagno hasil penelitian menunjukan kecenderungan orang tua memperlakukan anak perempuan dan laki-laki secara berbeda, mendekorasi kamar secara berbeda, dan demikian pula respon terhadap tindakan mereka. Orang tua juga akan memberikan penghargaan terhadap anak lak-laki yang melakukan eksplorasi dan mandiri, sedangjan anak perempuan sering didorong untuk menjadi penolong dan meminta bantuan. Lebih lanjut orang tua cenderung mempertegas permaian sesuai dengan jenis kelamin pada anak-anak prasekolah mereka. Kesimpulannya orang tua memperlakukan anaknya sesuai dengan jender.

2. Identitas Seksual

A. Identitas Biologis
Perbedaan biologis antara pria dan wanita ditentukan pada masa konsepsi. Janin perempuan menerima kromosom X (satu dari setiap orang tuanya), sedangkan janin laki laki menerima satu kromosom X dari ibunya dan satu kromosom Y dari ayahnya. Walaupun awalnya genitalia janin belum bisa dibedakan, tetapi pada saat hormon seks mulai mempengaruhi janin, genitalia membentuk karakteristik pria atau wanita. Pada saat pubertas wanita mengalami putaran siklus menstruasi dan karakteristik seks skunder. Sedangkan pada anak laki-laki mengalami pembentukan sperma dan karakteristik seks skunder pria.

b. Identitas Jender
Jender adalah suatu ciri yang melekat pada kaum lelaki maupun perempuan yang dikonstruksikan secara sosial maupun kultural (Faqih, 1996). Sedangkan Identitas Jender merupakan rasa menjadi feminin atau maskulin. Dimana segera setelah bayi lahir orang tua dan komunitasnya akan memberikan label sebagai perempuan atau laki-laki. Kemudian orang dewasa akan memperlakukan secara berbeda antara bayi laki-laki dengan perempuan. Pola interaksi yang berbeda inilah yang kemudian mempengaruhi bayi mengembangkan rasa identitas jendernya. Pada usia tiga tahun, anak-anak sudah menyadari bahwa mereka akan menjadi anak perempuan atau anak-laki-laki. Pengenalan ini merupakan bagian dari perkembangan konsep diri.

c. Peran Jender
Peran jender merupakan cara dimana seseorang bertindak sebagai wanita atau pria. Ternyata faktor lingkungan (orang tua, teman sebaya, media massa dll) bukan satu-stunnya faktor yang membentuk perbedaan perilaku seksual individu, beberapa peneliti berkeyakinan hormon seks yang mempengaruhi perkembangan otak janin, ikut membentuk terbentuknya peran jender tersebut. Sehngga perilaku seksual merupakan hasil kombinasi fakor lingkungan dan biologis. Selanjutnya faktor kultural juga merupakan elemen penting dalam menentukan peran seks atau jender. Ada kultur yang secara ketat menggambarkan peranaan sebagai feminin atau maskulin

(misal: pencari nafkah dan koordinator finansial rumah tangga sebagai peran maskulin; sedangkan pemberi perawatan anak dan memasak adalah peran feminin).

Kelompok kultur lain mungkin lebih fleksibel dalam mendefinisikan peran jender mendorong wanita maupun pria untuk menggali berbagai peran atau perilaku tanpa memberikan label tertentu yang berkaitan dengan seks.

3. Orientasi Seksual
Orientasi seksual merupakan preferensi yang jelas, persisten, dan erotik seseorang untuk jenis kelaminnya atau orang lain. Dengan kata lain orientasi seksual adalah keteratarikan emosional, romatik, seksual, atau rasa sayang yang bertahan lama terhadap orang lain. Orientasi seksual memiliki rentang dari Homoseksual murni sampai dengan Heteroseksual murni termasuk didalamnya Biseksual. Sebagian besar orang termasuk heteroseksual yang memiliki ketertarikan hanya dengan lawan jenis. Sedangkan sebagian kecil termasuk homoseksual atau biseksual. Homoseksual merupakan orang yang mengalami ketertarikan emosional, romantik, seksual, atau rasa sayang pada sejenis, sedangkan biseksual merasa nyaman melakukan hubungan seksual dengan kedua jenis kelamin. Kaum homoseksual disebut gay (bila laki-laki) atau lesbian (perempuan).
Rentang ini memberikan model konseptual tentang orientasi seksual dalam masyarakat dan komplesitas perilaku manusia. Sehingga ada kemungkinan individu mempunyai perasaan erotik yang ditujukan pada seseorang dengan jenis kelamin yang sama tanpa melakukan aksi terhadap perasaan itu.

Gaya hidup gay atau lesbian sangat dipengaruhi oleh bagaimana mereka memutuskan untuk merahasiakan atau terbuka tentang orientasi seksualnya. Hal ini berkaitan dengan proses penghargaan diri, penerimaan diri, dan keterbukaan diri. Melihat kenyataan diatas maka bukan sesuatu yang benar jika kemudian pria gay selalu berkelakuan agak feminin atau memiliki keinginan menjadi seorang wanita, atau sebaliknya wanita lesbian tidak mesti maskulin atau memiliki keinginan untuk jadi pria. Sebagian besar dari mereka merasa puas dengan jender dan peran sosial mereka, dan hanya memiliki keinginan untuk bersama dengan anggota jenis kelamin mereka sendiri

Variasi dalam expresi seksual

Transeksual adalah orang yang identitas seksual atau jender nya berlawanan dengan sex biologisnya. Seorang pria mungkin berfikir tentang dirinya sebagai seorang wanita dalam tubuh pria, atau seorang wanita mungkin menggambarkan dirinya sebagai pria yang terperangkap dalam tubuh wanita. Perasaan ’terperangkap’ ini disebut juga dengan ’disforia jender’. Transvetit biasanya adalah pria heteroseksual secara periodik berpakaian seperti wanita untuk pemuasan pikologis dan seksual. Sikap ini bersifat sangat pribadi bahkan bagi orang yang terdekat sekalipun.

C. Sistem Nilai Seksual
Sistem nilai seksual merupakan keyakinan pribadi dan keinginan yang berkaitan dengan seksualitas. Sistem seksual ini dibentuk sepanjang perjalanan hidupnya. Pengalaman ini dapat membuat klien mudah untuk berhadapan dengan masalah seksual dalam lingkungan perawatan atau dapat pula menghambat klien dalam mengekspresikannya.
Dengan demikian perhatian utama perawat terhadap klien adalah apakah perilaku, sikap, perasaan, sikap seksual spesifik itu normal. Klien yang dirawat juga harus diberi privasi ketika dikunjungi oleh pasangan seksualnya. Privasi ini memungkinkan waktu pembicaraan intim, menyentuh, atau berciuman. Ketika orientasi atau nilai seksual perawat berbeda dengan klien maka sesuatu yang aneh atau salah menurut perawat mungkin tampak normal dan dapat diterima oleh klien, maka disinilah timbul bias seksual. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi bias seksual agar tidak mengganggu proses perawatan antara lain:

- Promosi tentang eduaksi seks dan pemeriksaan nilai dan keyakinan seksual dengan jujur.
- Pemberian informasi mengenai efek penyakit pada seksualitas secara jujur dan akurat.

D. Perilaku Seksual
Menurut Wahyudi (2000) perilaku seksual merupakan perilaku yang muncul karena adanya dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku. Perilaku seksual yang sehat dan dianggap normal adalah cara heteroseksual, vaginal, dan dilakukan suka sama suka. Sedangkan yang tidak normal (menyimpang) antara lain Sodomi, homoseksual. Selama ini perilaku seksual sering disederhanakan sebagai hubungan seksual berupa penetrasi dan ejakulasi. Padahal menurut Wahyudi (2000), perilaku seksual secara rinci dapat berupa:

Berfantasi : merupakan perilaku membayangkan dan mengimajinasikan aktivitas seksual yang bertujuan untuk menimbulkan perasaan erotisme.
Pegangan Tangan : Aktivitas ini tidak terlalu menimbulkan rangsangan seksual yang kuat namun biasanya muncul keinginan untuk mencoba aktivitas yang lain.
Cium Kering : Berupa sentuhan pipi dengan pipi atau pipi dengan bibir.
Cium Basah : Berupa sentuhan bibir ke bibir
Meraba : Merupakan kegiatan bagian-bagian sensitif rangsang seksual, seperti leher, breast, paha, alat kelamin dan lain-lain.
Berpelukan : Aktivitas ini menimbulkan perasaan tenang, aman, nyaman disertai rangsangan seksual (terutama bila mengenai daerah aerogen/sensitif)
Masturbasi (wanita) atau Onani (laki-laki) : perilaku merangsang organ kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual.
Oral Seks : merupakan aktivitas seksual dengan cara memaukan alat kelamin ke dalam mulut lawan jenis.
Petting : merupakan seluruh aktivitas non intercourse (hingga menempelkan alat kelamin).
Intercourse : merupakan aktivitas seksual dengan memasukan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin wanita.

E. Perkembangan Seksual
Crain (2002) menyatakan bahwa Freud dalam teori psychosexualnya membagi perkembangan seksual seseorang dalam beberapa tahap, yaitu:

a. Oral stage (0-1 tahun)
Rangsangan seksual pada masa ini terletak pada mulutnya. Kegiatan menghisap puting payudara ibunya atau menghisap jempolnya merupakan kesenangan bagi seorang bayi.

b. Anal stage (1-3 tahun)
Pusat rangsangan pada masa ini terletak pada anusnya. Dimana anak merasakan kesenangan ketika melakukan buang air besar karena telah mampu mengontrol otot sphincter-nya. Mereka kadang-kadang mencoba memasukan kembali atau menahan fesesnya dengan cara menambah tekanan pada rektum. Mereka juga sering tertarik dengan feses yang telah dikeluarkan dengan menjadikannya sebagai alat mainan.

c. Phallic or Oediphal stage (3-6 tahun)
- Anak laki-laki
Dimulai dengan adanya ketertarikan terhadap penisnya. Hal ini disebabkan penis merupakan organ yang mudah dirangsang, mudah berubah, dan kaya akan rangsangan. Mereka ingin membandingkan penisnya dengan laki-laki lain atau dengan binatang, sehingga ia senang memperlihatkan penisnya.
Dia mungkin juga mencium ibunya secara agresiv, ingin tidur malam bersama ibunya atau membayangkan ia menikahinya. Akan tetapi ia belum membayangkan untuk melakukan senggama sehingga merasa bingung apa yang akan dilakukan bersama ibunya.
- Anak perempuan
Pada fase ini ia merasa kecewa dan marah besar dengan ibunya karena tidak memmpunyuai penis. Ia menganggap ibunya melahirkan kedunia dengan keadaan kurang lengkap Ia juga memiliki kedekatan yang lebih terhadap ayahnya. Hal ini mungkin disebabkan ayahnya mulai mengagumi kecantikannya, memanggilnya ‘little princess’ serta senang bermain-main dengannya.
- Latency stage (6-11 tahun) Pada fase ini, sebagian besar fantasi seksual tersembunyi di alam bawah sadar mereka.

e. Puberty (Genital Stage)
Pada anak laki-laki dimulai umur 13 tahun sedangkan anak perempuan dimulai pada usia 11 tahun. Pada saat ini anak ingin melepaskan dirinya dari orang tua. Bagi anak laki-laki masa ini adalah saat melepaskan pertalian dengan ibunya untuk mendapatkan wanita lain sebagai penggantinya. Dia juga harus mengakhiri rivalitas dengan ayahnya dan membebaskan diri dari dominasi ayahnya. Bagi anak perempuan mempunyai tugas yang sama, ia harus berpisah dari orang tuanya dan menentukan jalan hidupnya sendiri.

f. Adolescence
Pada saat ini seseorang mulai merasakan cinta dan kasih saying satu sama lain. Adolescence mempunyai perhatian yang lebih mengenai siapa mereka, bagaimana mereka di mata orang lain, dan akan menjadi apakah mereka. Mereka mulai merasakan ketertarikan secara seksual antara satu dengan yang lain, sampai dengan jatuh cinta. Sedangkan dalam buku Fundamental of Nursing (Potter, Perry. 2005), dijelaskan perkembangan seksual meliputi:

1. Masa Bayi (0-1 Tahun)
Bayi perempuan dan laki-laki memiliki kapasitas untuk kesenangan dan respon seksual, dimana bayi laki-laki berespon terhadap stimulasi dengan ereksi sedangkan perempuan dengan lubrikasi vagina. Bayi laki-laki mengalami ereksi nokturnal spontan tanpa stimulasi Perilaku dan respon itu TIDAK berhubungan dengan kontak PSIKOLOGI EROTIK seperti pada masa pubertas. Orang tua seharusnya memahami dan menerima perilaku eksplorasi bayi sebagai langkah perkembangan identitas diri yang positif dengan cara:
” Memberikan stimulasi taktil lainnya melalui menyusui, memeluk, dan menyentuh atau membuainya.”

2. Masa Usia Bermain dan Prasekolah (1- 5/6 Tahun)
* Pada masa ini anak mulai menguatkan rasa identitas jender dan membedakan perilaku sesuai dengan jender yang didefinisikan secara sosial.

* Proses pembelajaran terjadi melalui:
o Interaksi anak dengan orang dewasa
o Boneka yang diberikan
o Pakaian yang dikenakan
o Permainan yang dilakukan
o Respon yang dihargai
* Anak mulai meniru tindakan orang tua yang berjenis kelamin sama, mempertahankan dan memodifikasi perilaku yang didasarkan umpan balik orang tua.
* Ekspolorasi seksual meliputi
o Mengelus diri sendiri
o Manipulasi genital
o Memeluk boneka,hewan peliharaan, atau orang sekitarnya
o Percobaan sensual lainnya.
* Anak sudah bisa diajarkan perbedaan perilaku yang bersifat pribadi atau publik.
* Pertanyaan darimana bayi berasal yang diamati harus dijelaskan dengan terbuka, jujur dan sederhana.
3. Masa Usia Sekolah ( 6 – 10 tahun)
* Pada masa ini edukasi dan penekanan tentang seksualitas bisa datang dari orang tua atau gurunya disekolah, tapi yang paling signifikan berasal dari teman sebayanya.
* Anak juga akan terus mengajukan pertanyaan tentang seks dan menunjukan kemandirian mereka dengan menguji perilaku yang sesuai, misalnya menggunakan kata-kata kotor atau menceritakan guyonan yang berkonotasi seksual sambil mengamati reaksi orang dewasa
* Anak-anak mulai mempunyai keinginan dan kebutuhan privasi.
* Pada usia 10 tahun, banyak anak gadis dan sebagian sudah mulai mengalami perubahan pubertas, terjadi perubahan pada tubuh mereka. Dengan demikian mereka membutuhkan informasi yang akurat dari rumah maupun sekolah mengenai perubahan tubuh yang dialami. Karena jika tidak mungkin anak akan ketakutan dengan menstruasi atau emisi nokturnal yang dianggapnya sebagai suau penyakit yang menakutkan.
* Pada usia sekolah dini, anak harus diberikan informasi untuk berhati-hati terhadap potensi adanya penganiayaan seksual. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah pelecehan seksual terhadap anaka antara lain:
- Ajarkan kepada anak mengenai perbedaan antara sentuhan yang baik dengan sentuhan yang buruk dari orang dewasa.
- Beritahu anak mengenai bagian tubuh tertentu yang tak boleh disentuh oleh orang dewasa kecuali saat mandi atau pemeriksaan fisik oleh dokter.
- Ajarkan kepada anak untuk mengatakan ’tidak’ jika merasa tidak nyaman dengan perlakuan orang dewasa dan menceritakan kejadian itu kepada orang dewasa yang meraka percaya.
- Ajarkan bahwa orang dewasa tidak selalu ’benar’, dan semua orang mempunyai kontrol terhadap tubuh mereka, sehingga ia dapat memutuskan siapa yang boleh atau tidak boleh untuk memeluknya.
* Jika terjadi pelecehan seksual pada anak, beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Ciptakan kondisi sehingga anak merasa leluasa dalam menceritakan tentang bagian tubuhnya dan menggambarkan kejadian dengan akurat.
- Yakinkan anak bahwa orang dewasa yang melakukannya adalah salah, sedangkan anaknya sendiri adalah benar.
- Orang tua harus bisa mengkontrol ekspresi emosional didepan anak.
4. Pubertas dan Masa Remaja
a. Perubahan fsik
1) Perempuan
· Ditandai dengan perkembangan payudara, bisa dimulai paling muda umur 8 tahun sampai akhir usia 10 tahun.
· Meningkatnya kadar estrogen mempengaruhi genitalia, antara lain: uterus membesar; vagina memanjang; mulai tumbuhnya rambut pubis dan aksila; dan lubrikasi vagina baik spontan maupun akibat rangsangan.
· Menarke sangat bervariasi, dapat terjadi pada usia 8 tahun dan tidak sampai usia 16 tahun. Siklus menstruasi pada awalnya tidak teratur dan avulasi mungkin tidak terjadi saat menstruasi pertama.
2) Laki-laki
Meningkatnya kadar testosteron ditandai dengan peningkatan ukuran penis, testis, prostat, dan vesikula seminalis; tumbuhnya rambut pubis, wajah Walaupun mengalami orgasme, tetapi mereka tidak akan mengalami ejakulasi, sebelum organ seksnya matur yaitu sekitar usia 12 – 14 tahun. Ejakulasi terjadi pertama kali mungkin saat tidur (emisi nokturnal), dan sering diinterpretasikan sebagai mimpi basah dan bagi sebagian anak hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat memalukan. Oleh karena itu anak laki-laki harus mengetahui bahwa meski ejakulasi pertama tidak menghasilkan sperma, akan tetapi mereka akan segera menjadi subur.

b. Perubahan psikologis/emosi
Periode ini ditandai oleh mulainya tanggungjawab dan asimilasi pengharapan masyarakat
Remaja dihadapkan pada pengambilam sebuah keputusan seksual, dengan demikian mereka membutuhkan informasi yang akurat tentang perubahan tubuh, hubungan dan aktivitas seksual, dan penyakit yang ditularkan melalui aktivitas seksual. Yang perlu diperhatikan terkadang pengetahuan yang diadapatkan tidak diintegrasikan dengan gaya hidupnya, hal ini menyebabkan mereka percaya kalau penyakit kelamin maupun kehmilan tidak akan terjadi padanya à sehingga ia cenderung melakukan aktivitas seks tanpa kehati-hatian.
Masa ini juga merupakan usia dalam mengidentifikasi orientasi seksual, banyak dari mereka yang mengalami setidaknya satu pengalaman homoseksual. Remaja mungkin takut jika pengalaman itu merupakan gambaran seksualitas total mereka, walaupun sebenarnya anggapan ini tidak benar karena banyak individu terus berorientasi heteroseksual secara ketat setelah pengalaman demikian. Remaja yang kemudian mengenali preferensi mereka sebagai homoseksual yang jelas akan merasa dan kebingungan sehingga membutuhkan banyak dukungan dari berbagai sumber (Bimbingan Konselor, penasihet spiritual, keluarga, maupun profesional kesehatan mental).

Hubungan dengan perawatan kesehatan:
Pada masa ini remaja mungkin pertama kali mencari perawatan kesehatan tanpa didampingi orangtua. Agar intervensi pada kelompok usia ini bisa efektif harus diperhatikan beberapa hal antara lain:
- Ciptakan lingkungan yang menunjukan kasih sayang, saling percaya, serta kesediaan untuk mendengar
- Klarifikasi dan hormati masalah yang bersifat rahasia
- Perawat kesehatan reproduktif hendaknya memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai perkembangan remaja.

5. Masa Dewasa
- Pada masa ini telah mencapai maturasi akan tetapi terus mengeksplorasi untuk menemukan maturasi emosional dalam hubungan.
- Sambil mengembangkan hubungan yang intim, semua orang dewasa yang secara seksual aktif harus belajar teknik stimulasi dan respon seksual yang memuaskan bagi pasangannya. Mengapa ? karena pengenalan secara mutual tentang keinginan dan preferensi serta negosiasi praktek seksual mencetuskan ekspresi seksual yang positif.
- Teknik stimulasi hendaknya memperhatikan agama, nilai dan sikap keluarga tentang seksualitas karena kalau tidak menimbulkan efek emosional residual seperti rasa bersalah, cemas, atau perasaan berdosa.
- Pada akhir masa dewasa diperlukan pembaruan kembali keintiman diantara pasangan., namun demikian jika salah satu atau keduanya mengalami ancaman gambaran diri karena tubuh yang menua, dan mungkin mencoba menemukan ’kemudaan’nya dengan melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang jauh lebih muda.
- Untuk mecegah hal tersebut, jika diinginkan pasangan dapat dibantu untuk menemukan hal atau kegairahan baru dalam hubungan mereka, baik dengan posisi, teknik seksual, maupun fantasi.

6. Masa Lanjut Usia
Seksualitas pada masa ini beralih dari penekanan prokreasi menjadi lebih kerah pertemanan , kedekatan fisik, komunikasi intim, dan hubungan fisik mencari kesenangan. Walaupun demikian mereka juga bisa tetap aktif.melakukan aktivitas seks jika memang menginginkan. Perubahan fisik yang dialami menyebabkan perubahan perilaku seksual, sehingga perlu dijelaskan perubahan yang terjadi bersama dengan proses penuaan. Demikian pula lansi dengan kekuatiran masalah kesehatan yang mengganggu aktivitas seksual, dianjurkan untuk menyesuaikan tindakan seksual dengan kondisinya tersebut.

F. Respon Seksual
Menurut Masters dan Johnson (1966) siklus respon seksual terdiri dari fase excitement, plateu, orgasmus, dan, resolusi. Pada dasarnya fase-fase tersebut diakibatkan oleh vasokonstriksi dan miotania, yang merupakan respons fisiologis dasar dari rangsangan seksual.

G. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Seksualitas dan Perilaku Seksual
Faktor-faktor yang mempengaruhi seksualitas antara lain:
1. Faktor Fisik
Klien dapat mengalami penurunan keinginan seksual karena alasan fisik, karena bagamanapun aktivitas seks bisa menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan. Kondisi fisik dapat berupa penyakit ringan/berat, keletihan, medikasi maupun citra tubuh. Citra tubuh yang buruk, terutama disertai penolakan atau pembedahan yang mengubah bentuk tubuh menyebabkan seseorang kehilangan gairah.
2. Faktor Hubungan
Masalah dalam berhubungan (kemesraan, kedekatan) dapat mempengaruhi hubungan seseorang untuk melakukan aktivitas seksual.
Hal ini sebenarnya tergantung dari bagimana kemampuan mereka dalam berkompromi dan bernegosiasi mengenai perilaku seksual yang dapat diterima dan menyenangkan
3. Faktor Gaya Hidup
Gaya hidup disini meliputi penyalahgunaan alkohol dalam aktivitas seks, ketersediaan waktu untuk mencurahkan perasaan dalam berhubungan, dan penentuan waktu yang tepat untuk aktivitas seks.
Penggunaan alkohol dapat menyebabkan rasa sejahtera atau gairah palsu dalam tahap awal seks dengan efek negatif yang jauh lebih besar dibanding perasaan eforia palsu tersebut.
Sebagian klien mungkin tidak mengetahui bagaiman mengatur waktu antara bekerja dengan aktivitas seksual, sehingga pasangan yang sudah merasa lelah bekerja merasa kalau aktivitas seks merupakan beban baginya.
4. Faktor Harga Diri
Jika harga-diri seksual tidak dipelihara dengan mengembangkan perasaan yang kuat tentang seksual-diri dan dengan mempelajari ketrampilan seksual, aktivitas seksual mungkin menyebabkan perasaan negatif atau tekanan perasaan seksual.
Harga diri seksual dapat terganggu oleh beberapa hal antara lain: perkosaan, inses, penganiayaan fisik/emosi, ketidakadekuatan pendidikan seks, pengaharapan pribadi atau kultural yang tidak realistik.
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual, menurut Purnawan (2004) yang dikutip dari berbagai sumber antara lain:
a. Faktor Internal
1) Tingkat perkembangan seksual (fisik/psikologis)
Perbedaan kematangan seksual akan menghasilkan perilaku seksual yang berbeda pula. Misalnya anak yang berusia 4-6 tahun berbeda dengan anak 13 tahun.
2) Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi
Anak yang memiliki pemahaman secara benar dan proporsional tentang kesehatan reproduksi cenderung memahami resiko perilaku serta alternatif cara yang dapat digunakan untuk menyalurkan dorongan seksualnya
3) Motivasi
Perilaku manusia pada dasarnya berorientasi pada tujuan atau termotivasi untuk memperoleh tujuan tertentu. Hersey & Blanchard cit Rusmiati (2001) perilaku seksual seseorang memiliki tujuan untuk memperoleh kesenangan, mendapatkan perasaan aman dan perlindungan, atau untuk memperoleh uang (pada gigolo/WTS)
b. Faktor Eksternal
1) Keluarga
Menurut Wahyudi (2000) kurangnya komunikasi secara terbuka antara orang tua dengan remaja dapat memperkuat munculnya perilaku yang menyimpang
2) Pergaulan
Menurut Hurlock perilaku seksual sangat dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya, terutama pada masa pubertas/remaja dimana pengaruh teman sebaya lebih besar dibandingkan orangtuanya atau anggota keluarga lain.
3) Media massa
Penelitian yang dilakukan Mc Carthi et al (1975), menunjukan bahwa frekuensi menonton film kekerasan yang disertai adegan-adegan merangsang berkolerasi positif dengan indikator agresi seperti konflik dengan orang tua, berkelahi , dan perilaku lain sebagi manifestasi dari dorongan seksual yang dirasakannya.

Referensi
Crain, W. 1992Theorist of Development Concept and Applications. 3th ed. New York: Engle Wood Cliffs

Wahyudi,K.2000.Kesehatan Reproduksi Remaja. Lab Ilmu Kedokteran Jiwa FK UGM Jogjakarta.

Purnawan, I. 2004. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Pada Anak Jalanan di Stasiun Kereta Api Lempuyangan Jogjakarta. Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran UGM

SUMBER : http://sexarts.blogspot.com


ARTIKEL TERKAIT :

1.ALAT KELAMIN PRIA

2.ALAT KELAMIN WANITA
3.CARA MENJAGA KUALITAS SPERMA